SEJARAH

Dimulai Dari Pos Pengabaran Injil

Pada tahun 1954 GKI Bungur Besar mendirikan sebuah Pos PI di rumah Bp. Lim Hong Guan, Jl. Jembatan Hitam No.7, Jatinegara. Pada tahun 1956 – 1958, Pos PI ini dibimbing oleh Sdr. Chung Oen Tek dan dilanjutkan oleh Miss Honey dari China Island Mission. Selama tahun 1958 – 1977, berturut-turut Pos PI dibimbing oleh Ev. William N.K.Lie, kemudian Ev. Yang Fung Phin dan dilanjutkan oleh Ev. Choe Fung Ngo.

Tuhan Yang Menyediakan

Karena kebutuhan Jemaat dan kerinduan membangun rumah Tuhan, maka Tuhan menggerakkan Bapak Ong Kie Hwie (kakak dari Ibu Ruth Lindawati) untuk mendanai pembangunan ini sebagai donatur utama. Adapun tanah yang tersedia adalah tanah warisan milik keluarga di Jl. Jatinegara Barat III no. 2A, dibeli oleh Bapak Ong Oen Hua (ayah dari Bapak Ong Kie Hwie / Ibu Ruth) yang memang sudah beliau sediakan jauh hari bagi pembangunan rumah Tuhan, juga tanah lokasi GKI Cawang, yang juga beliau persembahkan. Bapak Ong Oen Hua adalah generasi ketiga keluarga Ong dari Fu Qing, Tiongkok; keluarga yang sangat mencintai Tuhan. Pada tanggal 6 Mei 1971, Panitia Pembangunan Gereja dibentuk. Dengan ketua Bapak Ong Kie Hwie dan wakilnya Bapak Lim Tiong Toen, maka suatu perjalanan panjang baru resmi dimulai.

Gedung Gereja Berdiri

Pada bulan September 1977, di Jl. Jatinegara Barat III no.2 a, di atas sebidang tanah seluas 378 M2, gedung gereja GKI Jatinegara mulai dibangun. Selama pembangunannya, banyak kendala dihadapi. Sempat juga disegel cukup lama. Pada akhirnya semua bisa dilalui dan gedung gereja berdiri, kemudian diresmikan pemakaiannya oleh Pdt. Caleb Tong pada tanggal 29 Agustus 1979.

Rumah Pastori Pertama

Pada September 1980 rumah pastori pertama, di lantai 2 gedung serbaguna yang letaknya di belakang gedung kebaktian gereja, diresmikan penggunaannya.

Ev. Yahya Kurniawan

Sejak September 1976 Ev. Yahya Kurniawan adalah pengerja penuh-waktu Pos PI. Beliau mengakhiri pelayanannya pada September 1980. Ev. Eunike Hosana dari GKI Bungur Besar untuk sementara waktu menggantikan kekosongan pengerja.

Pdt. Paulus Tjahya

Ev. Paulus Tjahya (sekarang pendeta emeritus) memulai pelayanannya di GKI Jatinegara sebagai pengerja paruh-waktu sejak bulan November 1980.

Pada tanggal 25 Mei 1984 beliau diteguhkan sebagai Tua-tua Khusus, kemudian pada tanggal 26 Agustus 1985 ditahbiskan ke dalam jabatan Pendeta Jemaat GKI Jatinegara. Pelayanan beliau berakhir pada tahun 1990. Semasa pelayanannya, Pdt. Paulus Tjahya dan ibu Tina sudah menanamkan dasar-dasar organisasi pelayanan gereja dengan baik. Komisi-komisi pelayanan yang di-restrukturisasi dan dibentuk beliau adalah :

  • Komisi Anak pada th. 1982 (1954 di Pos PI).
  • Komisi Remaja pada 6 September 1981.
  • Komisi Pemuda pada 18 April 1982.
  • Komisi Wanita pada 4 Februari 1982.
  • Komisi Diakonia pada 21 Oktober 1984.
  • Komisi Musik pada 26 Agustus 1987.

Yayasan Philia Utama

Pada tanggal 19 Februari 1985, atas inisiatif Majelis Jemaat dan Pdt. Paulus Tjahya, dibentuklah yayasan Philia Utama. Sebagai sebuah badan hukum, Yayasan dimaksudkan untuk menampung kepemilikan atas tanah, gedung gereja dan asset tetap lain milik gereja. Pembaruan akta yayasan yang disesuaikan dengan undang-undang yayasan yang baru ( tahun 2004 ) dilaksanakan pada tanggal 25 September 2010, di hadapan notaris Stephani Maria VP, SH.

Perluasan Pertama Gedung Gereja

Didorong oleh kebutuhan kelas-kelas untuk sekolah minggu, maka jemaat bersehati memperluas gedung gereja dengan membangun gedung kebaktian menjadi dua lantai. Lantai atas untuk sekolah minggu. Panitia mulai bekerja pada tanggal 13 Juni 1985 dan peresmian penggunaannya pada tanggal 6 Maret 1988. Untuk dana pembangunan, dilakukan dua periode Persembahan Iman, yaitu pada Mei 1986 dan Agustus 1987. Selamapembangunan, tempat ibadah sementara dipindahkan ke dalam kompleks ruko di Jl. Jatinegara Timur 107 H, milik ibu Nani Chandra, seorang simpatisan.

Ev. Joppy Alexander Saerang

Ev. Joppy Alexander Saerang (sekarang pendeta) memulai pelayanan pada September 1988, sebagai mahasiswa praktek satu tahun dari SAAT. Sejak Pos PI Bintara berdiri, pada April 1995, beliau menjadi Pembimbing Pos PI. Dalam catatan, Ev. Joppy A. S mempunyai talenta pergaulan sosial dengan tetangga dan lingkungan sangat baik. Selama beliau melayani di sana, tidak ada konflik kepentingan dari lingkungan. Pada akhir tahun 1997 beliau mengakhiri masa pelayanannya, mutasi ke Jemaat Rahmani – Cirebon.

Komisi Misi dan Pengabaran Injil ( KMPI)

Lahirnya KMPI adalah buah komitmen Jemaat melaksanakan Amanat Agung Tuhan. Dibentuk tahun 1991 dalam sebuah Kebaktian Misi dan Pengabaran Injil. Dalam kebaktian ini diadakan Persembahan Iman untuk membiayai semua pekerjaan misi. KMPI mempunyai keunikan dari komisi lain, ialah pembiayaan programnya bersumber dari Persembahan Iman Jemaat.

Bakal Jemaat Bintara

Diawali oleh adanya beberapa anggota jemaat yang tinggal di perumahan Griya Bintara Indah – Bekasi, Majelis Jemaat merasakan keterpanggilannya untuk menghadirkan sebuah Pos Pengabaran Injil. Setelah melalui berbagai pergumulan, sebuah rumah tinggal di Jl. Bintara Kencana Timur, Blok 4 no. 154, Griya Bintara Indah, Bekasi Barat, bisa dibeli. Dalam rumah yang berfungsi sebagai rumah pastori Ttk. Joppy A. Saerang ini juga berfungsi sebagai tempat Pos PI. Pada 2 April 1995, dalam kebaktian pengucapan syukur, Pos PI Bintara diresmikan berdiri. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai HUT Pos PI. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Joseph Theo.

Sejak berdirinya sampai hari ini, sejak ber-status Pos PI hingga Bajem; Bajem Bintara sudah dibimbing oleh beberapa Hamba Tuhan. Ttk. Joppy A Saerang mengakhiri masa pelayanannya pada akhir 1997, beliau mutasi ke Jemaat Rahmani – Cirebon. Pada Agustus 1998 Ev. Andreas Tedjo melayani penuh-waktu sampai bulan Juli 1999.

Sejak bulan November 1999 Ev. Hendy Suwandi (sekarang Pendeta) disertai istri, Ev. Iwanwati mengisi pelayanan di Pos PI. Selama kepemimpinan beliau berdua, Pos PI mengalami perkembangan, kebaktian menjadi dua kali dan komisi pemuda terbentuk. Namun dalam perkembangannya ini ada harga yang harus dibayar. Dipicu suasana sosial-politik saat itu, keberadaan Pos PI dalam lingkungan perumahan digugat oleh sebagian warga. Masa beberapa bulan dalam status-quo untuk mempertahankan tetap beribadah dalam rumah Pos PI berlangsung cukup lama. Dalam masa itu, suasana ibadah bagaikan “gereja bawah tanah”. Pada Oktober 2005 Ev. Hendy Suwandi dialih-tugaskan di GKI Jatinegara. Pelayanan di Pos PI ditangani oleh Ev. Alfred Monim (sekarang Pendeta).

Pelayanan Ev. Alfred Monim di Pos PI praktis dimulai dengan suatu era baru dalam sejarah Pos PI Bintara. Memulai tempat ibadah di bangunan ruko dalam lingkungan pasar. Dalam surat lurah Bintara tanggal 17 November 2005, atas persetujuan bersama, maka sejak Juni 2006 Pos PI Bintara resmi tidak boleh lagi beraktifitas di rumah blok BB4/154. Sejak Juli 2006 Pos PI pindah ke Pasar Pagi Bintara, dengan menyewa ruko blok E/1 dan 36. Pada Desember 2008, Pos PI pindah ke ruko blok E/32 yang sudah dibeli. Sejak awal 2009 Pos PI diproses menjadi Bakal Jemaat, maka pada 7 September 2010 diadakan kebaktian syukur pem-bajem-an. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Joseph Theo.

Pdt. Joseph Theo dan Ev. Lydiawati H.S.

Ev. Lydiawati Hardjo Seputro pertama kali datang ke GKI Jatinegara pada 1 Maret 1991 sebagai mahasiswi praktek satu tahun dari SAAT. Beliau menikah dengan Ttk. Joseph The To Liong (dari GKI Kanaan) pada 30 November 1991.

Ttk. Joseph Theo menerima undangan Majelis Jemaat GKI Jatinegara pada Februari 1993, kemudian pada 17 Januari 1994 beliau ditahbiskan kedalam jabatan Pendeta. Pada Desember 2014, Pdt. Joseph Theo sekeluarga bersama dua putera (Fillius Patria Theodia dan Raphael Job Theodia) mengakhiri pelayanan di GKI Jatinegara. BPMS GKI mengutus beliau sebagai Tenaga Utusan Gerejawi GKI ke Gereja Presbyterian Bukit Batok, Singapura.

Di awal pelayanan, beliau mengarahkan jemaat pada pertumbuhan 4-TAS, yaitu: Kualitas, Kuantitas, Mobilitas dan Fasilitas. Dalam perkembangannya, fasilitas gedung gereja dan pastori menunjukkan pertumbuhan pesat, begitu juga kuantitas pengunjung kebaktian umum dan mezbah doa. Kemudian beliau juga memperkenal-kan 4 PILAR PEMBANGUNAN JEMAAT, yaitu Gempur, Mezbah Doa, Komsel dan Amanat Agung. Gempur: Gerakan Mengumpulkan Persepuluhan Rutin, menjadi program unggulan dalam lingkup Klasis Priangan.

Pdt. Hendy Suwandi dan Ev. Iwan Wati Chandra

Pada Januari 1998 Majelis Jemaat mengundang Ev. Iwanwati Chandra memasuki perkenalan satu tahun. Beliau adalah kader jemaat Jatinegara. Setelah menikah di bulan Agustus 1998, Ev. Hendy Suwandi, suami dari Ev. Iwanwati Chandra, mulai memasuki pelayanan di GKI Jatinegara pada tangal 6 September 1998. Pasangan hamba Tuhan dengan dua putera (Mishael Hentawan S., Ezra Hentawan S.) ini sempat menjadi Pembina Pos Jemaat Bintara Indah pada bulan November 1998 hingga Oktober 2005. Ev. Hendy Suwandi diteguhkan sebagai penatua pada 26 Agustus 2007, dan ditahbiskan menjadi pendeta GKI dengan basis pelayanan di Jemaat GKI Jatinegara pada 19 September 2011.

Pdt. Alfred Monim

Pada Oktober 2005 Ev. Hendy Suwandi dialih-tugaskan di GKI Jatinegara. Pelayanan di Pos PI ditangani oleh Ev. Alfred Monim .Pelayanan Ev. Alfred Monim di Pos PI praktis dimulai dengan suatu era baru dalam sejarah Pos PI Bintara. Memulai tempat ibadah di bangunan ruko dalam lingkungan pasar. Ev. Alfred Monim diteguhkan sebagai Penatua pada 29 Agustus 2010 di GKI Jatinegara, dan ditahbiskan dalam jabatan pendeta GKI dengan basis pelayanan di Jemaat GKI Jatinegara pada 24 Maret 2014.

Beliau menikah dengan Ibu Susy Magdalena Coloay, dan dikaruniakan seorang putri (Carissa Caroline) dan seorang putera (Chelfandy Christofel). Anggota Jemaat GKI Jatinegara (Jemaat Induk) sering mengidentikkan Pdt. Alfred Monim sebagai pendeta Bajem Bintara, sesungguhnya beliau tetap pendeta Jemaat Induk, dengan tugas utama membimbing anggota jemaat di Bajem Bintara. Dalam perjalanan pelayanan Pdt. Alfred, beliau telah meletakkan pondasi yang penting bagi pertumbuhan Bajem Bintara kepada kedewasan Jemaat Bintara. Kita berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, maka kelahiran jemaat baru ini bisa segera terwujud.

Ev. Pancha Wiguna Yahya & Ev. Sumanti

Ev. Pancha Wiguna Yahya (Sekarang Pendeta) dahulu masuk ke GKI Jatinegara melalui pelayanan  praktek  1  tahun  dari  SAAT Malang. Masa Pelayanan di GKI Jatinegara pada tahun 2000 sampai 2005. Pada masa pelayanan  beliau  sangat  aktif  berperan mengembangkan komisi    Pemuda    & jemaat  umum  sedangkan Ev.   Sumanti yang akrab kita panggil ‘ci Acen’ melayani di Komisi Remaja. Dalam komisi Pemuda Ev. Pancha membuat bentuk kurikulum P3K  selama  2 tahun  di persekutuan Pemuda termasuk komsel.

Juga mempelopori wajah baru buletin Pemuda yang bernama lampros menjadi Neo lampros. Di akhir masa Pelayanan Ev. Sumanti, Persekutuan Remaja akhirnya ditiadakan. Pada tahun 2001-2003 Pdt. Joseph Theo TUG ke Singapura, Ev. Pancha sangat berperan dalam mendampingi jemaat umum. Beliau meninggalkan GKI Jatinegara karena panggilan hatinya untuk menjadi pengajar sehingga Beliau melanjutkan studi S2 di SAAT Malang, dan hingga kini menjadi dosen aktif di SAAT Malang.

Ev. Yoseph Gunawan & Ev. Elizabeth

Masa Pelayanan Ev Yoseph Gunawan di GKI Jatinegara adalah Maret 2007 – 30 Mei 2010. Beliau Aktif sebagai pembimbing Komisi Remaja, sedangkan Ev. Elizabeth pembimbing Komisi Pemuda, juga aktif dalam pelayanan Sekolah minggu. Pasangan Hamba Tuhan ini mengakhiri pelayanan di GKI Jatinegara karena hendak melayani di Gereja GSRI Jemaat Bekasi Pos PI Sumber Agung dimana Orang Tua Ev. Elizabeth melayani sebagai gembala.

Ev. Maria Fennita & Ev. Budi

Masa Pelayanan Ev.Maria Fennita dimulai tahun 2010 hingga 2012. Beliau melayani sebagai pembimbing Komisi Remaja & Pemuda. Pada masa pelayanan Beliau, Komisi Pemuda mengadakan dua kali bible camp, juga komisi remaja aktif dalam penjangkauan remaja melalui pelawatan secara khusus. Ev.Budi saat itu masih menjadi mahasiswa di Sekolah Teologia Amanat Agung Jakarta. Hingga kini Ev.Maria Fennita melayani di STTAA dibidang pelayanan Kaum Muda.

Perluasan Kedua Gedung Gereja

Pada 28 Agustus 2000, rumah bapak Wijaya, No.2, di sebelah gereja bisa terbeli. Pada 6 April 2003 pembangunan gedung serbaguna di lokasi baru tersebut dimulai.

Pada 29 Agustus 2004, penggunaan gedung serbaguna yang baru, diresmikan. Dalam perluasan kedua ini, gedung kebaktian utama tidak berubah secara structural, hanya disesuaikan dengan tampak gedung serbaguna yang baru dibangun. Namun demikian, tampak mimbar ditingkatkan nilai estetikanya, dari gaya minimalis kepada gaya klasik.

YOUTH MINISTRY – Sebuah Pengharapan Besar

Sudah cukup lama berlangsung, jemaat dan majelis jemaat merasakan adanya defisit peserta didik, yaitu penyusutan (defisit) arus jumlah anggota jemaat muda di komisi remaja dan pemuda dihitung terhadap jumlah anak sekolah minggu sampai dengan pra-remaja. Out-put di komisi remaja dan pemuda selalu jauh lebih sedikit ketimbang in-put di sekolah minggu. Hal ini bisa sangat serius mengganggu proses regenerasi kepemimpinan gereja. Untuk itu, setelah melalui banyak diskusi, pengamatan dan pergumulan dalam doa, pada akhir tahun 2013 majelis jemaat dengan tekad bulat akan mendirikan Youth Ministry. Untuk studi banding, majelis jemaat banyak mendapatkan informasi dari rekan-rekan di GKI Anugerah-Bandung, yang sudah mendirikan Youth Ministry sejak beberapa tahun lalu.

Dimulai dengan kebaktian gabungan pemuda, remaja dan tunas remaja sebulan sekali. Dilanjutkan dengan rencana membangun fasilitas kegiatan youth dengan segala macam kreatifitasnya, maka diperlukan sebuah bangunan tambahan. Dengan kesepakatan majelis jemaat, dibentuklah team dana untuk membeli rumah di seberang gereja. Pengumpulan dana diawali dengan kebaktian kebangunan rohani pada 30 Maret 2014, dipimpin oleh Pdt. Joseph Theo. Dalam KKR tersebut diadakan Persembahan Iman satu tahun dari jemaat. Pada Juli 2014, rumah di jalan Jatinegara Barat III No 7 tersebut bisa dibeli dengan dana talangan kolektif jemaat.

Yang dikategorikan YOUTH menurut usia adalah mereka yang berusia antara 16 sampai dengan 24, yaitu remaja dan pemuda. Namun untuk Youth Ministry melibatkan tunas-remaja yang berusia mulai 14 tahun, dalam acara kebaktian gabungan, agar lebih membiasakan mereka beradaptasi saat masuk dilingkungan remaja.

Jadi, Youth Ministry adalah sebuah wadah bagi kelompok jemaat pemuda, remaja dan tunas remaja, untuk meng-aktual-isasikan diri mereka, menyatakan aspirasi, menunjukkan kepribadian diri mereka sesuai dengan idealisme yang ada dalam hati-pikiran mereka, di dalam cahaya terang dan tuntunan kasih setia Tuhan Yesus Kristus.

Bagi sebagian besar YOUTH, masa ini adalah suatu power yang extra besar, idealisme yang sangat nyata dan mereka tidak bisa dikekang. Youth Ministry dihadirkan sebagai jawaban atas semua tuntutan YOUTH tersebut, mengarahkan energi yang besar itu kepada visi-misi gereja sebagai tubuh Kristus, menjaga kekudusan mereka bagi Kristus dan membuat mereka cinta dan setia kepada gereja yang sudah membesarkannya.